Produksi Oligomer Kitosan secara Enzimatis dan Uji Bioaktivitasnya terhadap Kapang Hasil Isolasi dari Produk Perikanan
DOI:
https://doi.org/10.15578/jpbkp.v6i2.406Keywords:
bakteri KPU 2123, oligomer kitosan, bioaktivitas, kapangAbstract
Kitosan dalam bentuk potongan yang disebut oligomer kitosan, bersifat larut air sehingga memudahkan aplikasinya, dan meminimalkan gangguan sensoris akibat sifat kitosan yang hanya larut dalam asam lemah seperti asam asetat. Tujuan penelitian ini adalah untuk memproduksi oligomer kitosan dengan katalisator enzim kitosanase yang diperoleh dari isolate bakteri Stenotrophomonas malthopilia KPU 2123 dan menguji bioaktivitas oligomer yang dihasilkannya terhadap kapang Aspergillus niger, Aspergillus flavus, Nigrospora oryzaeB12, dan Aspergillus fumigatusC13 yang diisolasi dari produk perikanan. Produksi oligomer dilakukan dengan menggunakan enzim kitosanase sebesar 8 U/g kitosan dan direaksikan selama 1, 2, 3, dan 4 jam pada suhu ruang. Pengamatan dilakukan terhadap viskositas, rendemen, dan jenis oligomer kitosan yang terbentuk. Identifikasi oligomer dilakukan dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Pengujian bioaktivitas oligomer kitosan dilakukan terhadap 4 kapang konsentrasi 50, 100, dan 200 ppm, dengan kontrol tanpa penambahan oligomer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa enzim kitosanase kasar dari Stenotrophomonas malthopilia KPU 2123 dapat digunakan untuk menghidrolisis kitosan menjadi oligomer kitosan, yang ditandai oleh menurunnya viskositas yang sangat signifikan pada larutan kitosan. Dengan menggunakan enzim kitosanase kasar 8 U/g kitosan, kitosan oligomer dapat diproduksi dengan waktu reaksi 2 jam, penghentian reaksi enzimatis dapat dilakukan dengan pendidihan selama 15 menit atau dengan penambahan NaOH sampai netral. Jenis oligomer yang terbentuk adalah dimer (2 unit) hingga heksamer (6 unit). Uji bioaktivitas antikapang menunjukkan bahwa setiap perlakuan memberikan perbedaan yang nyata pada penghambatan pertumbuhan kapang apabila dibandingkan dengan kontrol. Namun tidak ada perbedaan yang nyata dalam penghambatan pertumbuhan kapang yang diuji jika digunakan oligomer kitos an s ebesar 50 dan 100 ppm. Penghambatan yang terbaik adalah jika digunakan oligomer dengan konsentrasi 200 ppm.Downloads
Published
2011-12-19
Issue
Section
Artikel
License
Ketentuan Transfer Hak Cipta
Penulis dalam melakukan submisi secara daring memahami bahwa apabila naskahnya diterima untuk dipublikasi maka hak cipta dari naskah tersebut akan diberikan kepada Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan sebagai penerbit jurnal.
Hak cipta mencakup hak ekslusif untuk mereproduksi dan mendistribusi artikel dalam semua bentuk media, termasuk cetak ulang, foto, mikrofilm, dan reproduksi serupa lainnya, serta terjemahannya.