Perkembangan Produksi Histamin Ikan Peda pada Penyimpanan dengan Cara Berbeda.
DOI:
https://doi.org/10.15578/jpbkp.v11i4.478Keywords:
Fermentation, Histamine, Storage, Peda, Rastrelligerneglectus.Abstract
           Penelitian tentang perkembangan histamin pada ikan peda selama penyimpanan telah dilakukan. Bahan baku peda yaitu ikan kembung (Rastrelliger neglectus) diperoleh dari TPI Pekalongan. Pada pengolahan peda, ikan dicuci bersih (tanpa disiangi), digarami dengan perbandingan 1:1 selama semalam, setelah itu dicud bersih dan dijemur selama 7‑8 jam, kemudian dikemas dalam kotak kayu yang dilapisi kertas semen. Setelah 3 minggu kotak dibuka, ikan dibagi menjadi 3 bagian dan disimpan dengan cara yang berbeda yaitu: dikeringkan lagi kemudian disimpan pada suhu kamar; tidak dikeringkan kemudian disimpan pada suhu kamar; tidak dikeringkan kemudian disimpan pada suhu dingin (5‑10 derajad Celcius). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan histamin tertinggi terdapat pada ikan peda yang disimpan pada suhu kamar tanpa dikeringkan dan terendah pada ikan peda yang disimpan pada suhu dingin tanpa dikeringkan. Kandungan histamin ikan peda selama penyimpanan berkisar antara 3,1‑25,9 mg%.Downloads
Published
2018-05-04
Issue
Section
Artikel
License
Ketentuan Transfer Hak Cipta
Penulis dalam melakukan submisi secara daring memahami bahwa apabila naskahnya diterima untuk dipublikasi maka hak cipta dari naskah tersebut akan diberikan kepada Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan sebagai penerbit jurnal.
Hak cipta mencakup hak ekslusif untuk mereproduksi dan mendistribusi artikel dalam semua bentuk media, termasuk cetak ulang, foto, mikrofilm, dan reproduksi serupa lainnya, serta terjemahannya.