Optimasi Proses Produksi Hidrolisat Protein Ikan (Hpi) dari Mujair ( Oreochromis Mossambicus ).
DOI:
https://doi.org/10.15578/jpbkp.v9i5.462Keywords:
FPH, Tilapia, Enzymes.Abstract
       Salah satu upaya untuk meningkatkan nilai tambah ikan bernilai ekonomis rendah adalah dengan memanfaatkannya menjadi hidrolisat protein ikan (HPI). Untuk itu telah dipelajari proses pembuatan HPI dari bahan baku ikan mujair (Oreochromis mossambicus) secara enzimatis. Pada penelitian ini proses hidrolisis dilakukan dengan menambahkan enzim papain kasar (PAYA) yang diperoleh dari pasar lokal ke dalam ikan mujair    cacahan    dengan   konsentrasi  6,  8 dan 10% (b/b). Untuk mempercepat  proses  hidrolisis, ke dalam campuran ikan dan enzim ditambahkan akuades sebanyak 25% ( b/b ). Inkubasi ilakukan secara aerobik pada suhu 55-Â60 derajad Celcius. Pengambilan sampel dilakukan setelah 6 jam, 12 jam, 24 jam, 36 jam, 48 jam, kemudian setiap hari sampai 10 hari lama inkubasi. Analisis dilakukan terhadap produk HPI yang meliputi tingkat pencairan serta rasio antara a‑amino nitrogen dengan total nitrogen dan analisis organoleptik. Hasil percobaan menunjukkan bahwa hidrolisat protein dapat diproduksi dari ikan mujair dengan enzim papain produksi lokal sebanyak 10%, dengan lama hidrolisis 4 hari. Dalam bentuk cair, hidrolisat protein ikan mujair berwarna kuning kecoklatan, berasa gurih, agak manis dan mengandung asam amino yang tidak jauh berbeda dengan kecap ikan maupun sari pati ayam.ÂDownloads
Published
2018-05-04
Issue
Section
Artikel
License
Ketentuan Transfer Hak Cipta
Penulis dalam melakukan submisi secara daring memahami bahwa apabila naskahnya diterima untuk dipublikasi maka hak cipta dari naskah tersebut akan diberikan kepada Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan sebagai penerbit jurnal.
Hak cipta mencakup hak ekslusif untuk mereproduksi dan mendistribusi artikel dalam semua bentuk media, termasuk cetak ulang, foto, mikrofilm, dan reproduksi serupa lainnya, serta terjemahannya.