Kultivasi Fungi Mfw-01-08 yang Diisolasi dari Ascidia Aplidium longithorax dan Uji Aktivitas Sitotoksiknya Terhadap Sel Kanker Payudara T47D
DOI:
https://doi.org/10.15578/jpbkp.v5i2.412Keywords:
fungi, Aplidium longithorax, cytotoxicity activity, T47DAbstract
Mikroba laut, khususnya fungi, banyak digunakan sebagai sumber senyawa bioaktif baru. Banyak dari senyawa ini digunakan sebagai senyawa pemandu dalam pencarian obat-obatan baru antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas sitotoksik ekstrak fungi MFW -01-08. Fungi diisolasi dari ascidia laut Aplidium longithoraxyang diambil dari Taman Nasional Laut Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Fungi MFW-01-08 diisolasi dengan menggunakan media malt extract agar (MEA) kemudian dikultivasi selama 5 minggu (statis) pada suhu 27–29oC dalam media SWS yang mengandung pepton soya (0,1%), pati larut air (2,0%), dan air laut buatan (1 L). Uji sitotoksik dilakukan menggunakan sel lestari T47D (kanker payudara) berdasarkan metode MTT assay. Senyawa metabolit sekunder dari miselium fungi diekstraksi dengan campuran diklorometan – metanol 1 : 1 sedangkan media kultur fungi diekstraksi dengan etil asetat. Hasil uji MTT memperlihatkan bahwa ekstrak media kultur memiliki aktivitas sitotoksik medium (IC50= 92,6 µg/mL) dan ekstrak miselium tidak menunjukkan aktivitas sitotoksik (IC50183,6µg/mL) terhadap sel T47D. Oleh karena itu penelitian lanjutan akan difokuskan pada ekstrak media kultur.Downloads
Published
2010-12-19
Issue
Section
Artikel
License
Ketentuan Transfer Hak Cipta
Penulis dalam melakukan submisi secara daring memahami bahwa apabila naskahnya diterima untuk dipublikasi maka hak cipta dari naskah tersebut akan diberikan kepada Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan sebagai penerbit jurnal.
Hak cipta mencakup hak ekslusif untuk mereproduksi dan mendistribusi artikel dalam semua bentuk media, termasuk cetak ulang, foto, mikrofilm, dan reproduksi serupa lainnya, serta terjemahannya.