Pemurnian Minyak Ikan Patin dari Hasil Samping Pengasapan Ikan
DOI:
https://doi.org/10.15578/jpbkp.v11i2.224Keywords:
Pangasius hypophthalmus, pengasapan, isi perut, minyak ikan, pemurnianAbstract
Isi perut merupakan hasil samping pengasapan ikan patin (Pangasius hypophthalmus) yang jumlahnya mencapai 5-6%/hari dari jumlah ikan yang diasap. Jumlah hasil samping yang besar tersebut apabila tidak diolah dapat mencemari lingkungan. Masyarakat pengolah di Kabupaten Kampar, Riau telah mengekstraksi isi perut tersebut menjadi minyak ikan kasar dengan produksi 110 L/hari. Untuk itu diperlukan teknologi pemurnian yang dapat meningkatkan nilai ekonomi minyak ikan kasar yang ada. Penelitian ini bertujuan melakukan pemurnian minyak kasar hasil samping pengasapan ikan patin dengan menggunakan empat metode pemurnian. Masing-masing metode pemurnian tersebut memiliki perbedaan seperti konsentrasi bentonit, waktu dan suhu proses, konsentrasi NaOH pada proses netralisasi, dan penggunaan asam sitrat atau natrium klorida pada proses degumming. Bahan penelitian yang digunakan adalah dua jenis minyak ikan patin kasar yaitu hasil ekstraksi isi perut ikan patin dengan pengukusan dan hasil ekstraksi dengan pemanasan. Sebelum dan setelah dimurnikan, minyak ikan dianalisis bilangan asam lemak bebas, bilangan peroksida, bilangan iodin, warna, dan profil asam lemak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada minyak ikan hasil ekstraksi dengan pengukusan yang dimurnikan menggunakan metode I, terjadi penurunan nilai asam lemak bebas sebesar 50,79%; peroksida sebesar 23,75%; dan peningkatan angka iodin 20,99%. Sedangkan pada minyak ikan hasil ekstraksi dengan pemanasan yang telah dimurnikan menggunakan metode II terjadi penurunan nilai asam lemak bebas sebesar 50,30%; peroksida 49,77%; dan peningkatan angka iodin 30,92% Pemurnian minyak ikan patin terbaik dihasilkan dari minyak hasil ekstraksi dengan pengukusan yang dimurnikan dengan metode I dan minyak hasil ekstraksi dengan pemanasan yang dimurnikan dengan metode II karena telah memenuhi standar yang ditetapkan oleh International Association of Fish Meal Manufactures, International Fish Oil Standard, dan standar farmakope Indonesia sebagai minyak ikan mutu pangan.Downloads
Published
2017-05-15
Issue
Section
Artikel
License
Ketentuan Transfer Hak Cipta
Penulis dalam melakukan submisi secara daring memahami bahwa apabila naskahnya diterima untuk dipublikasi maka hak cipta dari naskah tersebut akan diberikan kepada Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan sebagai penerbit jurnal.
Hak cipta mencakup hak ekslusif untuk mereproduksi dan mendistribusi artikel dalam semua bentuk media, termasuk cetak ulang, foto, mikrofilm, dan reproduksi serupa lainnya, serta terjemahannya.